POLA PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA ANAK DENGAN ISPA BAWAH DI INSTALASI RAWAT INAP RS. BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2018 DENGAN METODE ATC/DDD

41150015, GLADYS BERNADA SANTOSO (2019) POLA PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA ANAK DENGAN ISPA BAWAH DI INSTALASI RAWAT INAP RS. BETHESDA YOGYAKARTA TAHUN 2018 DENGAN METODE ATC/DDD. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150015_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (951kB)
[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150015_bab2-sd_bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak. Menurut lokasi infeksi, ISPA terbagi menjadi ISPA Atas dan ISPA Bawah. Salah satu terapi yang digunakan pada ISPA Bawah adalah pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi antimikroba, sehingga penggunaan antibiotik perlu dinilai secara berkala salah satunya dengan menggunakan metode Defined Daily Dose (DDD). Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut bagian Bawah di Instalasi Rawat Inap RS. Bethesda Yogyakarta pada periode 1 Januari 2018 sampai dengan 30 Juni 2018 menggunakan metode ATC/DDD. Metode: Deskriptif dengan desain penelitian Cross-Sectional menggunakan data dari rekam medis pasien anak dengan diagnosis ISPA bagian Bawah di Instalasi Rawat Inap RS. Bethesda Yogyakarta dalam periode 1 Januari 2018 sampai dengan 30 Juni 2018. Data yang digunakan berupa diagnosis ISPA Bawah dan karakteristik antibiotik yang diberikan sebagai terapi. Sampel yang digunakan berjumlah 50 rekam medis dengan diagnosis ISPA Bawah. Hasil: Diagnosis ISPA Bawah pada sampel berupa Bronkitis, Bronkiolitis, dan Pneumonia. Terdapat 4 golongan antibiotik yang digunakan sebagai terapi yaitu Penisilin, Sefalosporin Generasi Ketiga, Kombinasi Sulfonamid dan Trimetoprim, dan Makrolida. DDD/100 patient-days total dari RS. Bethesda Yogyakarta adalah 21,276 dengan antibiotik dengan nilai DDD/100 patient-days terbanyak adalah Sefotaksim dengan sebesar 8,363. Kesimpulan: Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi Ketiga. Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan sebagai terapi adalah Sefotaksim.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: ISPA Bawah, Antibiotik, Anak, DDD
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Ms Alfina Febri-resign
Date Deposited: 26 Feb 2020 04:52
Last Modified: 26 Feb 2020 04:52
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/925

Actions (login required)

View Item View Item