PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY MENGGUNAKAN SISTEM SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI UPAYA MEMPERBAIKI KUALITAS AIR

31120008, ROSALI JANIKE OHEE (2017) PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY MENGGUNAKAN SISTEM SUBSURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND SEBAGAI UPAYA MEMPERBAIKI KUALITAS AIR. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31120008_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31120008_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang sangat signifikan akan terjadi peningkatan kebutuhan barang dan jasa. Pencucian pakaian (laundry) merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang jasa yang sedang menjamur khususnya di Yogyakarta. Limbah cair laundry mengandung sisa detergen, pewangi, pelembut, pemutih, dan senyawa aktif metilen biru yang sulit terdegradasi dan berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Sisa cucian air limbah laundry ini sering dibuang langsung kebadan air tanpa diolah terlebih dahulu sehingga dapat mencemari lingkungan. Sistem constructed wetland (CW) aliran bawah permukaan tanah/ Subsurface Flow (SSF) dinilai dapat menjadi solusi alternatif untuk mengolah limbah cair laundry secara efektif dan efisien sehingga limbah cair layak dibuang ke lingkungan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan tiga perlakuan yaitu kontrol (tanpa ditumbuhi tanaman), tanaman Iris pseudacorus dan tanaman Cyperus papyrus. Kedua tanaman digunakan sebagai tanaman hias ini dimaksudkan untuk dapat memegang peranan dalam meningkatkan kualitas air limbah sekaligus menambah kesan estetika. Tanaman ditumbuhkan pada wetland dengan berat tanaman yang relatif hampir sama untuk membandingkan perbedaan perlakuan dalam menurunkan bahan pencemar dan keefektifan penurunan bahan pencemar pada air limbah. Parameter yang diukur meliputi parameter fisik (Suhu dan TSS), parameter kimia (pH, BOD5, COD,Fosfat) dan parameter biologi dilihat dari berat massa tanaman sebelum dan sesudah sistem berjalan, dengan waktu tinggal selama 3 hari. Analisis data menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa parameter COD diturunkan oleh perlakuan kontrol sebesar (68,91%), BOD5 oleh Iris pseudacorus (66,5%), TSS oleh Cyperus papyrus (86,58%), dan Fosfat oleh kontrol (25,13%), sedangkan pH tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Pengolahan limbah laundry, SSF constructed wetland, Iris pseudacorus, Cyperus papyrus
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: ms anggel dolonseda - keluar
Date Deposited: 16 Sep 2020 04:19
Last Modified: 16 Sep 2020 04:19
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/851

Actions (login required)

View Item View Item