MENINJAU PELAKSANAAN PEMBEKALAN MATERI SEKSUALITAS PADA KATEKISASI SIDI DI GKJW BERDASARKAN PERSPEKTIF ANNE K. HERSHBERGER

01160033, Feronika Nicken Sulistyowati (2022) MENINJAU PELAKSANAAN PEMBEKALAN MATERI SEKSUALITAS PADA KATEKISASI SIDI DI GKJW BERDASARKAN PERSPEKTIF ANNE K. HERSHBERGER. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Filsafat Keilahian)
01160033_bab1_bab5_daftar pustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Filsafat Keilahian)
01160033_bab2 s.d bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Peneguhan Sidi mempunyai makna bahwa proses pembinaan atau pengajaran iman yang dilakukan selama katekisasi telah selesai dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu GKJW juga memiliki pedoman pengajaran dalam buku pedoman katekisasi Sidi di mana tahapan materi seksualitas dalam katekisasi Sidi bagi calon warga sidi mengikuti materi yang terdapat di dalam buku katekisasi Sidi tersebut pada bab E. Moral Etis, pada poin ke lima. GKJW masih menganut budaya Jawa yang cukup kental, maka dalam pengajaran katekisasi khususnya mengenai seksualitas masih sangat enggan untuk dibicarakan karena dianggap sebagai hal yang tabu. Kurangnya pembekalan seksualitas di dalam gereja juga dapat mengakibatkan hal-hal yang cukup serius bukan hanya berdampak pada orang tua, anak-anak juga akan mendapat akibat dari kurangnya pembekalan seksual usia dini. Hamil di luar pernikahan atau takut menjadi zina menjadi alasan utama untuk menjalani pernikahan dini. Oleh karena itu penulis menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan secara kualitatif, serta didukung dengan beberapa literatur seperti Buku Pedoman Katekisasi Sidi GKJW “Sayalah GKJW” Materi katekisasi Sidi GKJW dan dikaitkan dengan teori Hershberger, “Tata lan Pranata GKJW” dan buku literatur penunjang yang memiliki kaitan pada penelitian ini. Menurut penelitian, banyak katekit yang menganggap bahwa materi seksualitas merupakan hal yang tabu dan sensitif pada sebagian masyarakat umum. Pandangan tabu ini dikarenakan bahwa “hubungan seksual” hanya berlaku untuk orang dewasa atau orang yang sudah menikah. Anak-anak dan remaja belum pantas untuk mengetahuinya. Namun, menurut penulis, pendidikan seksualitas tidak hanya mengacu pada hubungan seksual saja, masih banyak lagi materi-materi yang lebih luas seperti pengenalan diri dan hubungan antar relasi. Maka materi seksualitas akan menjadi materi yang relevan dan dipandang sebagai materi yang perlu dibahas, khususnya pada usia remaja sebagai bekal pengetahuan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Katekisasi, Sidi, Seksualitas, GKJW, Hershberger
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi
Depositing User: Musti Kuardayani, A. Ma. Pust., ST
Date Deposited: 24 Apr 2022 02:58
Last Modified: 26 Apr 2022 03:04
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/6751

Actions (login required)

View Item View Item