POTENSI EKSTRAK KEDELAI (GLYCINE MAX) SEBAGAI IMUNOSUPRESAN SEL LIMFOSIT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.)

31170132, Lawrence Billy Vasco Djama (2021) POTENSI EKSTRAK KEDELAI (GLYCINE MAX) SEBAGAI IMUNOSUPRESAN SEL LIMFOSIT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L.). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31170132_bab1_bab5_daftar pustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31170132_bab2 s.d bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Penyakit autoimun adalah salah satu penyakit yang belum memiliki obat definitive sehingga terapi menggunakan imunosupresan masih menjadi andalan hingga saat ini. Kedelai (Glycine max) merupakan sedikit dari banyak tanaman berkhasiat obat yang pemanfaatannya hanya sekedar sebagai pangan fungsional. Senyawa stigmasterol merupakan salah satu senyawa dalam kedelai yang memiliki potensi menjadi imunosupressan untuk menghambat proliferasi maupun dideferensiasi limfosit. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi kedelai sebagai imunosupresan alami. Maserasi merupakan metode ekstraksi yang digunakan dengan pelarut aquadest. Ekstrak yang diperoleh dari 2,5 kg simplisia dalam 12,5 l pelarut ialah 450 g ekstrak. Kadar stigmasterol dalam ekstrak dengan metode HPLC diperoleh sebesar 0,023 mg/g. Ekstrak kedelai diberikan secara peroral pada mencit dengan dosis 10, 50 dan 100 mg/BB/hari selama 14 hari. Stigmasterol murni juga digunakan pada dosis yang sama guna membuktikan peranan senyawa stigmasterol dalam mensupresi imun. Mencit diinjeksi menggunakan Sel Darah Merah Domba (SDMD) 1% sebanyak 0,1 ml pada hari ke-0 dan hari ke-10 (booster) pada semua kelompok terkecuali K-, guna menstimulus limfosit sebelum diberikan perlakuan. Analisis secara One Way ANOVA menunjukkan adanya pengaruh dosis ekstrak terhadap jumlah limfosit. Berdasarkan paramater morfometrik berat badan, mencit perlakuan EK100 (6,33 g) dan STG100 (5,33 g) memiliki pertambahan terbesar. Sementara dari berat organ, tidak ada pengaruh perlakuan ekstrak maupun stigmasterol terhadap pertambahan berat organ signifikan p < 0,05 (splen, ren, dan hepar). Berdasarkan parameter hematologi, mencit yang diberikan perlakuan STG10 (20,00/sel ± 8,00) memiliki jumlah limfosit terendah diikuti oleh kelompok mencit perlakuan EK100 (20,67/sel ± 10,07) dengan selisih yang tidak jauh berbeda. Jumlah limfosit tertinggi ada pada kelompok K- (48,00/sel ± 5,66).

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Kedelai, Stigmasterol, Sel Darah Merah Domba, Limfosit, Morfometrik.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Q Science > QR Microbiology
Q Science > QR Microbiology > QR180 Immunology
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Musti Kuardayani, A. Ma. Pust., ST
Date Deposited: 10 Mar 2022 04:38
Last Modified: 10 Mar 2022 04:38
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/6506

Actions (login required)

View Item View Item