ANALISA RESIKO KESEHATAN KROMIUM DALAM BERAS DI KECAMATAN IMOGIRI DAN PUNDONG, KABUPATEN BANTUL

31170104, Meta Nugrahita (2021) ANALISA RESIKO KESEHATAN KROMIUM DALAM BERAS DI KECAMATAN IMOGIRI DAN PUNDONG, KABUPATEN BANTUL. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31170104_bab1_bab5_daftar pustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31170104_bab2 s.d bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair yang biasanya langsung dibuang ke sungai. Seperti yang terjadi di Kawasan Industri Piyungan. Terdapat sekitar 10 industri kulit dan diketahui hanya 1 industri kulit yang memiliki sistem pengolahan limbah tergolong baik. Sedangkan 6 industri kulit membuang limbahnya di Sungai Opak dan melebihi baku mutu. Limbah cair dari industri penyamakan kulit mengandung senyawa kimia dan logam berat, yaitu kromium. Pada penelitian ini diketahui hampir semua sampel beras di Kecamatan Imogiri dan Pundong terkontaminasi kromium dengan rata-rata konsentrasi kromium sebesar 0,168 mg/kg di Kecamatan Imogiri dan 0,127 mg/kg di Kecamatan Pundong. Hal ini perlu diperhatikan karena jika beras tersebut dikonsumsi terus-menerus oleh masyarakat akan menimbulkan efek karsinogenik jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Sampel yang diambil berasal dari 6 titik. Terdiri dari 3 desa pada setiap kecamatan. Serta dilakukan juga wawancara dengan konsumen beras menggunakan kuisioner. Kemudian dilakukan preparasi sampel beras sebanyak 15 gram dan dipanaskan dengan akuades dengan perbandingan 1:3 (15 gram beras : 45 ml akuades). Selanjutnya air rebusan beras disaring menggunakan kertas saring ke dalam Erlenmeyer dan jika sudah sampel dimasukkan ke dalam botol sampel. Konsentrasi kromium heksavalem dalam air beras diukur secara Spectrophotometer dengan menggunakan HACH 2700 metode 1,5-Diphenylcarbohydrazide (Methods 8023, Powder Pillows) Accepted USEPA and Standard Method 3500 Cr B. Nilai RQ baik rata-rata desa maupun kecamatan menunjukkan nilai RQ < 1, artinya tidak terdapat efek non karsinogenik yang timbul. Sedangkan nilai ECR baik rata-rata desa maupun kecamatan menunjukkan nilai ECR > 10-4, artinya dapat terjadi efek karsinogenik dalam konsumsi jangka panjang.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Kromium, Beras, Resiko Kesehatan.
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Mrs Dhian Widyaningrum
Date Deposited: 08 Mar 2022 04:56
Last Modified: 08 Mar 2022 04:56
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/6490

Actions (login required)

View Item View Item