PERANCANGAN AREA KONSERVASI EDUKASI PENYU LEKANG DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

61150115, Elang Mahameru Kisworo (2021) PERANCANGAN AREA KONSERVASI EDUKASI PENYU LEKANG DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150115_bab1_bab5_daftar pustaka.pdf

Download (11MB)
[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150115_bab2 s.d bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (24MB) | Request a copy

Abstract

Penyu lekang, merupakan salah satu dari 6 jenis penyu yang memiliki persebaran di Indonesia, dan termasuk reptil yang terancam punah, bahkan dilindungi oleh undang-undang, baik di lingkup nasional maupun internasional. Penyu lekang pada awalnya berkembang biak pada sepanjang pantai di Indonesia, namun sekarang area perkembangbiakan penyu lekang sudah mulai berkurang karena banyaknya eksploitasi yang dilakukan oleh manusia. Salah satu tempat perkembangbiakan penyu lekang yang masih aktif hingga sekarang yaitu, di pantai Samas, DIY. Di pantai Samas, terdapat komunitas Respirasi yang melakukan upaya pencegahan kepunahan penyu lekang yaitu kegiatan konservasi. Konservasi dilakukan dalam beberapa kegiatan yaitu penjagaan habitat, penetasan telur penyu lekang, pengobatan penyu yang terdampar/sakit, dan edukasi kepada pengunjung pantai maupun warga sekitar. Dalam proses kegiatan konservasi edukasi, ditemukan beberapa masalah yaitu disfungsi ruang/penggunaan ruang yang bukan fungsi utamanya, pemilihan material yang digunakan sebagai pelingkup/penutup/pembatas tidak ramah bagi manusia yang berkegiatan di dalamnya, maupun bagi telur/penyu yang berada pada lingkup area konservasi tersebut. Perancangan Area Konservasi Edukasi Penyu Lekang merupakan gagasan ide/solusi yang dapat menjawab dan mengatasi permasalahan atau fenomena yang terjadi dalam proses kegiatan konservasi penyu lekang di pantai Samas. Guna menciptakan area konservasi yang ramah bagi manusia yang berkegiatan, maupun penyu. Dengan memperhatikan karakter atau sifat penyu, manusia, dan kondisi lokasi, sebagai dasar dari penataan ruang dan pemilihan material, hingga desain. Arsitektur Bambu diaplikasikan pada area perancangan, merupakan cara penyampaian desain, melalui respon material (tidak menggunakan material fabrikasi yang dapat berdampak buruk bagi penyu), respon tapak tepi pantai (tidak memiliki sifat korosif), dan adaptasi terhadap alam sekitar.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Penyu Lekang, Pantai Samas, Komunitas Respirasi, Konservasi Edukasi, Arsitektur Bambu
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > NA Architecture
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Arsitektur dan Desain > Prodi Arsitektur
Depositing User: Ms Nadya Agatha
Date Deposited: 09 Dec 2021 02:41
Last Modified: 09 Dec 2021 02:41
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/6424

Actions (login required)

View Item View Item