PEMANFAATAN PUPUK KASCING SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI BEKATUL UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea)

31091190, Lusiana Hermawati Immanuel (2013) PEMANFAATAN PUPUK KASCING SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI BEKATUL UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvacea). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31091190_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (743kB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31091190_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Jamur merang saat ini merupakan salah satu jenis komoditi yang mempunyai prospek tinggi dan baik untuk dikembangkan. Jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jenis jamur pangan (edible mushroom) yang saat ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, penyediaan bahan budidaya jamur merang mulai sulit dicari misalnya saja pencarian bekatul yang kini mulai digunakan sebagai bahan makanan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produksi jamur merang adalah dengan menyediakan sumber nutrisi lain yang berasal dari pupuk kascing. Pada penelitian ini, pupuk kascing diambil dari Lingkar Organik Yayasan Gloria Graha. Pupuk kascing mengandung unsur N, C, P, K, Mg dan Ca yang dapat mendukung pertumbuhan jamur merang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pupuk kascing sebagai bahan alternatif pengganti bekatul, dengan konsentrasi optimal, waktu pencampuran dan lama pengomposan yang tepat. Pada penelitian ini dilakukan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antar perlakuan dan dilanjutkan dengan uji Duncan test untuk mengetahui adanya beda nyata pada setiap perlakuan. Terdapat tiga variasi perlakuan yaitu pengaruh penambahan pupuk kascing sebelum dan sesudah proses pengomposan, lama pengomposan yang terdiri dari 0, 4 dan 8 hari serta variasi konsentrasi penambahan pupuk kascing sebesar 0 kg (0%), 0,05 kg (5%), 0,1 kg (10%), 0,15 kg (15%) dan 0,2 kg (20%). Hasil uji rata-rata berat basah, berat kering dan jumlah tubuh buah menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik ditunjukkan pada perlakuan lama proses pengomposan 4 hari tanpa penambahan kascing (0%) dengan basah optimal sebesar 23,42 g dan berat kering optimal sebesar 1,64 g, sedangkan rata-rata jumlah tubuh buah sebesar 5,67. Berdasarkan uji Duncan test menunjukkan pemberian kascing dengan berbagai konsentrasi tidak memberikan hasil beda nyata. Kascing tidak dapat digunakan menjadi bahan alternatif pengganti bekatul.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Jamur merang (Volvariella volvacea), Kascing
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Ms Hilaria Fortuna
Date Deposited: 17 May 2021 03:47
Last Modified: 08 Jun 2021 01:16
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/5400

Actions (login required)

View Item View Item