POTENSI BIOAKARISIDA EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DAN BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP TUNGAU PENYEBAB PENYAKIT KREPES PADA JAMUR KUPING (Auricularia polytricha [Mont.] Sacc.)

31160050, Meilani Apra (2021) POTENSI BIOAKARISIDA EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) DAN BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP TUNGAU PENYEBAB PENYAKIT KREPES PADA JAMUR KUPING (Auricularia polytricha [Mont.] Sacc.). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31160050_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31160050_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Jamur kuping (Auricularia polythrica) adalah jenis jamur edible atau yang bisa dikonsumsi, karena permintaan konsumen yang semakin tinggi jamur kuping kini sudah dibudidaya oleh petani jamur di Indonesia. Dalam budidaya jamur kuping salah satu kendala yang dihadapi adalah serangan hama yaitu hama tungau penyebab penyakit krepes. Petani jamur mengatasinya dengan menggunakan akarisida kimia karena efektivitasnya dalam membasmi hama yang relatif cepat. Akarisida kimia dapat bersifat toksik bagi makhluk hidup dan tidak mudah terdegradasi di alam. Alternatif pengganti akarisida kimia adalah dengan menggunakan bioakarisida dari tanaman. Tanaman yang memiliki potensi bioakarisida adalah bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dan daun mimba (Azadirachta indica A. Juss). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek bioakarisida dari ekstrak mimba dan cengkeh terhadap tungau penyebab penyakit krepes pada jamur kuping. Metode Ekstraksi pada mimba dan cengkeh berturut-turut adalah maserasi dan soxhletasi menggunakan pelarut metanol 96%. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diuji fitokimianya dan GC-MS. Perbanyakan tungau dilakukan dengan menginokulasikan tungau kepermukaan baglog jamur yang sudah ditumbuhi miselium. Ekstrak diuji pada skala in vitro pada konsentrasi 0,5%;1%;1,5%;2%;2,5%, dan skala lapang pada konsentrasi 1,5%;2%;2,5%. Hasil uji fitokimia secara umum adalah alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan steroid. Hasil GC-MS pada mimba adalah 1,4-Benzenediol dan Silane, sedangkan pada cengkeh adalah eugenol, isopulegol, isochiapin B, oleic acid, hexadecanoic acid, dan glycerine-1-oleate-3-palmitat. Hasil uji in vitro pada mimba memiliki nilai LC50 dan LC95 berturut-turut 0,22% dan 2,07% dan pada cengkeh 0,48% dan 2,61% dengan tingkat toksisitas rendah karena LC50 pada mimba dan cengkeh <0,1%. Pada skala lapang efikasi insektisida >50%, pada mimba teramati hari ke-5 sedangkan pada cengkeh hari ke-5 dan ke-6 sehingga bioakarisida dapat dikatakan efektif. Ekstrak mimba dan cengkeh memiliki potensi sebagai bioakarisida dengan konsentrasi optimal 2,5%.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Jamur Kuping, Krepes, Mimba, Cengkeh
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: mrs Dhian Saraswati
Date Deposited: 05 May 2021 01:44
Last Modified: 05 May 2021 01:44
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/5229

Actions (login required)

View Item View Item