HUBUNGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DENGAN BBLR DI KABUPATEN SUMBA TIMUR

41130049, UMBU WINDI PANJIJAWA (2017) HUBUNGAN KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DENGAN BBLR DI KABUPATEN SUMBA TIMUR. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41130049_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (681kB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41130049_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang beresiko tinggi terserang malaria. Kejadian malaria pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu dan janin. Salah satu komplikasi yang terjadi pada janin akibat malaria saat kehamilan yaitu berat badan lahir rendah (BBLR). Menurut Dinas Kesehatan kabupaten Sumba Timur tahun 2014-2016, kejadian BBLR di Sumba Timur sebanyak 748 kasus dan kejadian malaria pada ibu hamil sebanyak 172 kasus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian malaria pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 121 ibu hamil positif malaria sebagai kasus dan 121 ibu hamil negatif malaria sebagai kontrol selama tahun 2014 - 2016. Variabel yang diteliti pada penelitian ini meliputi: ibu hamil dengan malaria dan usia kehamilan terinfeksi malaria sebagai variabel bebas, kejadian BBLR sebagai variabel terikat, dan jumlah paritas, umur ibu, status gizi, jarak kehamilan, frekuensi ANC, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi sebagai variabel pengganggu. Analisis data menggunakan uji univariat, uji bivariat menggunakan metode chi-square dan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Variabel yang bermakna secara statistik uji chi-square terhadap kejadian BBLR pada penelitian ini yaitu frekuensi ANC (p = 0,041) dan jumlah paritas (p = 0,042) sedangkan variabel ibu hamil dengan malaria (p = 0,371), usia kehamilan terinfeksi malaria (p = 0,705), umur ibu (p = 0,958), status gizi (p = 0,138), jarak kehamilan (p = 0,379), tingkat pendidikan (p = 0,494), dan status sosial ekonomi (p = 0,511) tidak bermakna secara statistik terhadap kejadian BBLR. Hasil uji regresi logistik menunjukan hanya variabel frekuensi ANC (p = 0,014) yang bermakna terhadap kejadian BBLR dengan resiko kejadian 4,8 kali mengalami BBLR (OR = 4,898) sedangkan variabel lain tidak berhubungan (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan kejadian malaria pada ibu hamil dengan BBLR.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Malaria ibu hamil, BBLR
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: ms priska lim
Date Deposited: 16 Dec 2020 03:03
Last Modified: 16 Dec 2020 03:03
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/4770

Actions (login required)

View Item View Item