PERANCANGAN FASILITAS PETERNAKAN BERKELANJUTAN DAN HASIL PENGOLAHAN TERNAK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI KECAMATAN AESESA, NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR

61150099, Petrus Vinsentius Parera (2020) PERANCANGAN FASILITAS PETERNAKAN BERKELANJUTAN DAN HASIL PENGOLAHAN TERNAK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI KECAMATAN AESESA, NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150099_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (5MB)
[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150099_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (20MB) | Request a copy

Abstract

Meningkatnya jumlah hewan ternak dari tahun ke tahun dengan adanya penularan penyakit pada hewan ternak menjadi sebuah masalah yang dialami oleh pemerintah dalam mengolah potensi peternakan. Pada tahun 2017 di Kabupaten Nagekeo pernah terjadi serangan virus pada hewan ternak babi yaitu penularan penyakit Hog Cholera yang menyerang melalui udara sehingga hanya dapat dicegah, tapi tidak dapat disembuhkan. Salah satu cara yang dapat mencegah penyebaran penyakit adalah dengan membangun fasilitas peternakan yang menerapkan prinsip berkelanjutan. Perancangan ini bertujuan untuk mempermudah pemerintah dalam mengolah potensi peternakan guna mencegah terjadi masalah penularan penyakit pada hewan ternak serta meningkatkan pendapatan potensi peternakan di Aesesa, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Perancangan ini menggunakan prinsip sustainable dengan pendekatan arsitektur hijau. Penggunaan material batu kali sebagai tembok bangunan, atap membran pada kandang dengan bentuk atap yang melengkung agar memaksimalkan sirkulasi udara, serta menggunakan genteng pada atap bangunan penunjang. Bangunan kandang menjadi salah satu contoh penerapan arsitektur hijau yang 70% materialnya menggunakan kayu, 15% paving, 10% baja ringan dan 5% membran. Tujuannya mengurangi pemakaian material yang berlebihan, ringan dalam mengaplikasikannya, dan mudah didapat. Hasil dari perancangan ini adalah meningkatnya jumlah hewan ternak,minimnya terjadi penularan penyakit pada hewan ternak, serta mengurangi penggunaan bahan bakar seperti minyak karena hasil biogas yang ada pada kandang dialirkan pada perumahan setempat. Kesimpulan adalah perancangan fasilitas peternakan berkelanjutan dapat membantu dalam meminimalisir masalah yang terjadi pada produksi hewan ternak di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Hog Cholera, Sustainable, Membran, Sirkulasi Udara, Paving, dan Biogas
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Arsitektur dan Desain > Prodi Arsitektur
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 08 Oct 2020 01:31
Last Modified: 07 Jun 2021 03:00
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/4090

Actions (login required)

View Item View Item