PENGEMBANGAN FASILITAS KONSERVASI PENYU DI PANTAI PELANGI DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

61150118, Cornelius Krisnaldy Leonard (2020) PENGEMBANGAN FASILITAS KONSERVASI PENYU DI PANTAI PELANGI DI KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150118_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61150118_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang ke-empat di dunia yaitu mencapai 95.181 km. Indonesia juga memiliki luas wilayah perairan sekitar 62% dari luas teritorialnya, sehingga hal ini yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu tempat di dunia yang ditemukan hewan penyu dalam jumlah yang cukup banyak dibandingkan dengan negara–negara lain. Hewan penyu sendiri merupakan salah satu jenis hewan reptil yang bernafas menggunakan paru-paru yang hidup di laut dan dapat bermigrasi dalam jarak yang cukup jauh di sepanjang Samudra Hindia, Samudra Pasifik dan Asia Tenggara. Secara internasional maupun di Indonesia hewan penyu sudah masuk ke dalam hewan yang sangat dilindungi yang terancam punah terdaftar di IUCN (International for Conservation of Nature and Natural Resources), Appendix I CITES ( Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ), WWF ( World Wide Fund for Nature ). Beragam jenis penyu yang masuk dalam hewan yang dilindungi yaitu penyu belimbing, penyu, penyu hijau, penyu tempayan, penyu pipih, penyu sisik, dan penyu lengkang. Kepunahan hewan penyu tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perdagangan ilegal, perubahan iklim, kerusakan habitat, penangkapan, dan pencemaran limbah. Angka data informasi mengenai hewan penyu di Pantai Pelangi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terbilang cukup banyak dari data penyu mendarat untuk bertelur maupun beristirahat di Pantai Pelangi, telur penyu yang menetas maupun yang gagal menetas, dan juga penyu maupun tukik yang mati di penangkaran.. Faktor yang menyebabkan kegagalan telur menetas dan juga kematian penyu yaitu suhu ekstrim di Pantai Pelangi, hewan buas, abrasi dan kurang memadainya fasilitas konservasi yang terdapat di Pantai Pelangi. Berdasarkan dari permasalahan, data, dan survey maka perlu adanya pengembangan fasilitas konservasi penyu di Pantai Pelangi dengan pendekatan konsep Ekologi yang memperhatikan kenyaman penyu baik di habitat aslinya yaitu pantai maupun di penangkaran, dan juga memperhatikan kenyaman manusia di tempat konservasi penyu tersebut. Pengembangan konservasi penyu juga akan memfasilitasi bagi pengunjung untuk edukasi dan penelitian.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Pengembangan, Konservasi penyu, Terancam punah, Ekologi
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Arsitektur dan Desain > Prodi Arsitektur
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 08 Oct 2020 01:24
Last Modified: 07 Jun 2021 03:02
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/4082

Actions (login required)

View Item View Item