POTENSI EKSTRAK KOLAGEN CUMI-CUMI (Loligo sp) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L..) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA KULIT MENCIT (Mus musculus)

31160048, Angelia Astria (2020) POTENSI EKSTRAK KOLAGEN CUMI-CUMI (Loligo sp) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L..) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA KULIT MENCIT (Mus musculus). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31160048_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31160048_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kolagen merupakan senyawa protein yang sangat berperan penting dalam kesehatan dan kecantikan tubuh manusia. Marine collagen menjadi alternatif sebagai sumber kolagen yang halal, aman dan murah. Tentakel cumi-cumi merupakan sumber marine collagen yang memiliki kadar protein tinggi, mencapai 70% dari protein tersebut merupakan protein penyusun kolagen. Limbah kulit buah pepaya merupakan bagian dari buah pepaya yang tidak dikonsumsi dan mengandung enzim papain yang dapat digunakan sebagai pengganti papain murni yang lebih mahal untuk melarutkan protein dalam ekstraksi kolagen, oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan usaha untuk mengekstraksi kolagen tentakel cumi-cumi dengan penambahan ekstrak kulit pepaya. Ekstraksi kolagen dari tentakel cumi-cumi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut CH3COOH dan ekstrak kulit buah pepaya dengan 5 perlakuan yaitu 0% (kontrol/ASC), 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil kolagen dalam bentuk serum diperlakukan pada mencit jantan (Mus musculus) dengan variasi 6 perlakuan yang terdiri dari base serum (K-), bioplacenton (K+1), serum kolagen 2% hasil ASC (K+2), kolagen 5 mg/mL (P1), kolagen 10 mg/mL (P2), dan kolagen 20 mg/mL (P3) dan masing-masing terdiri dari 4 replikat. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa penambahan 15% ekstrak kulit buah pepaya memberikan rendemen yang terbaik yaitu 19,2%. Kolagen yang dihasilkan memenuhi kriteria BSN (2014) pada jumlah mikrobia dan total Coliform tetapi belum memenuhi pada kadar protein, pH, dan kadar air. Pada uji preklinis digunakan kolagen hasil ekstraksi dengan penambahan 20% ekstrak kulit buah pepaya yang memenuhi kriteria BSN dengan kadar protein terbanyak. Serum kolagen dibuat menjadi tiga konsentrasi yaitu 5 mg/mL, 10 mg/mL, dan 20 mg/mL. Hasil pengujian preklinis menunjukkan bahwa kelompok perlakuan kolagen 20 mg/mL memiliki persentase penutupan luka kulit mencit terbaik sebesar 84,61%, dari hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dengan kelompok perlakuan kontrol positif.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Kolagen, Kulit buah pepaya, Mencit jantan, Papain, Tentakel cumi-cumi
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: ms priska lim
Date Deposited: 14 Oct 2020 01:33
Last Modified: 08 Jun 2021 02:40
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3948

Actions (login required)

View Item View Item