KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL DI HUTAN RAKYAT KAMPUNG GURIAD DISTRIK UNURUM-GUAY KABUPATEN JAYAPURA PAPUA

31041060, PETRUS ALLEN HAGAI RUMERE (2012) KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL DI HUTAN RAKYAT KAMPUNG GURIAD DISTRIK UNURUM-GUAY KABUPATEN JAYAPURA PAPUA. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31041060_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (2MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31041060_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Hutan Kampung Guriad merupakan hutan alami yang memiliki jenis burung yang banyak dan langka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung dan faktor dominan yang mempengaruhi keanekaragaman jenis burung di lokasi penelitian. Penelitian dilaksanakan bulan Juli 2011 sampai dengan Bulan Agustus 2011. Dilaksanakan di Hutan rakyat Kampung Guriad Distrik Unurum-Guay Kabupaten Jayapura Papua. Luas lokasi penelitian 61,634 ha terbagi menjadi 3 blok yaitu blok A (lahan perkebunan) dengan luas 11, 789 ha; blok B (penebangan pohon) dengan luas 25, 088 ha dan blok C (lahan dekat hutan alam) dengan luas 24, 757 ha. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei (metode line transek). Penelitian ini dilakukan bersama beberapa masyarakat lokal untuk membantu mengidentifikasi jenis burung. Analisis data yang digunakan menggunakan indeks keragaman burung, indeks kemelimpahan relatif dan indeks similaritas. Hasil yang diperoleh selama penelitian dari 3 blok, blok A vegetasinya didominasi oleh tanaman coklat;blok B didominasi oleh alang-alang;blok C didominasi oleh pohon kayu besi,pohon matoa hutan (Pometia piñata) dan Kenari (Canarium sp), pohon merbau (Intsia sp), ketapang hutan (Terminalia sp) dan jambu hutan ( Eugenia sp). ditemukan 37 jenis burung diurnal yang tergolong dalam 19 famili dan 9 ordo. Dari hasil penelitian di lapangan, jenis burung yang hanya terdapat di blok A adalah Macropygia nigrorstis, Ptilinopus regina, Gymnophaps albertisii dari ordo Columbiformes. Ceyx lepidus, Dacelo gaudichaud, Halcylon torotoro dari ordo Coraciiformes; Hirudo tahitica, Nectarinia aspasia, Dicrurus hottentottus dari ordo Passeriformes dan Rallus pectoralis dari ordo Gruiformes. Ordo yang mendominasi pada blok A,B dan C adalah ordo Columbiformes dan ordo Passeriformes. Indeks keanekaragaman burung diurnal di Blok C (Lahan dekat hutan alam) 2,7181 lebih tinggi dari indeks Keanekaragaman pada blok A ( Perkebunan) 2,6988 dan blok B (Penebangan Pohon) 2,6277. Indeks similaritas tertinggi terdapat antara blok B dengan blok C yang memiliki nilai 0,89. Faktor utama yang berpengaruh besar terhadap tingginya keanekaragaman jenis burung adalah faktor biologi yang berupa tipe vegetasi (tumbuhan) dan juga faktor manusia yang memberikan dampak terhadap jenis dan tingkat ketersedian makanan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Keanekaragaman hayati, Burung, Jayapura
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Q Science > QL Zoology
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Ms Lea Destiany
Date Deposited: 17 Feb 2021 07:07
Last Modified: 17 Feb 2021 07:07
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3921

Actions (login required)

View Item View Item