PENGARUH PENAMBAHAN SAMPAH KEBUN DAN AMPAS TAHU PADA KOTORAN SAPI TERHADAP BIOMASSA CACING Lumbricus rubellus

31091207, DAYIN EDENNINGRUM (2013) PENGARUH PENAMBAHAN SAMPAH KEBUN DAN AMPAS TAHU PADA KOTORAN SAPI TERHADAP BIOMASSA CACING Lumbricus rubellus. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31091207_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (5MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31091207_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu sampah yang paling banyak dihasilkan diKotamadya Yogyakarta ditahun 1998-1999 yaitu sebesar 84%, sambah kebun juga merupakan sampah organic yang turut memberikan kontribusi terhadap permasalahan sampah di Yogyakarta, selain itu ampas tahu juga merupakan limbah organik yang jika didiamkan akan berdampah negatif bagi lingkungan, sedangkan kedua limbah ini mengandung zat-zat yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna salah satunya menjadi media cacing, untuk itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan kedua limbah tersebut (sampah kebun dan ampas tahu) pada kotoran sapi terhadap biomasa cacing Lumbricus rubellus. Dalam penelitian ini dibuat 7 variasi perlakuan dengan jumlah awal cacing yang sama yaitu 535 individu dan biomassa cacing yang sama yaitu 250 gr hal ini dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan perkembangan cacing. Dalam penelitian ini diukur parameter fisik berupa suhu, kelembaban dan struktur media dan parameter kimia berupa PH setiap 3 hari sekali dan pengamatan biologi berupa berat cacing, jumlah cacing (indukan), jumlah pertambahan cacing (juvenil), jumlah kokon dan berat kascing dihari ke-30 dan 40 kemudian hasil dianailisis menggunakan anova untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Dalam penelitian ini didapatkan biomassa cacing tertinggi dihari ke-30 terdapat pada perlakuan II dan pada hari ke-40 pada perlakuan III, jumlah cacing terbanyak terdapat pada perlakuan II dihari ke-30 dan perlakuan VI pada hari ke 40, jumlah kokon tertinggi dihari ke-30 dan 40 terdapat pada perlakuan I, jumlah juvenile terbanyak dihari ke-30 dan 40 terdapat pada perlakuan I dan berat kascing tertinggi diakhir produksi terdapat pada perlakuan kontrol. Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ampas tahu dan sampah kebun berpengaruh besar terhadap peningkatan biomassa Lumbricus dan pertambahan kokon serta juvenile. Dan konsentrasi terbaik bagi peningkatan biomassa cacing adalah perlakuan III serta konsentrasi terbaik untuk peningkatan jumlah kokon dan juvenile terdapat pada perlakuan I.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 13 Nov 2020 03:07
Last Modified: 13 Nov 2020 03:07
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3483

Actions (login required)

View Item View Item