PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH KAPAS SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR MERANG ( Volvariella volvacea )

31091206, ARTA PUSPITA SARI (2013) PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH KAPAS SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAMUR MERANG ( Volvariella volvacea ). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31091206_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31091206_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jamur konsumsi yang mudah dibudidayakan dan mengandung nilai gizi tinggi. Jamur merang umumnya tumbuh pada media yang mempunyai kandungan selulosa tinggi seperti pada limbah merang, limbah kelapa sawit, termasuk juga limbah kapas. Budidaya jamur merang menggunakan limbah kapas diharapkan dapat mengurangi limbah industri tekstil, serta menambah nilai ekonomis dari limbah kapas itu sendiri. Berdasarkan referensi penelitan Patmasari (2001) menggunakan limbah kapas dan zeolit sebagai media pembuatan bibit jamur merang memberikan hasil viabilitas 50 hari pada perlakuan 75% limbah kapas + 25% zeolit. Zeolit memilki memiliki kemampuan penukar kation, zeolit akan mengikat ion NH4 dan melepaskan ion Na-nya kemudian akan melepaskannya secara perlahan-lahan sehingga jamur tidak akan kehilangan nutrisinya secara cepat dan memperlama viabilitas tumbuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan zeolit terhadap media limbah kapas sebagai media produksi jamur merang ( Volvariella volvacea ). Pembuatan media tanam jamur merang dilakukan dengan 5 variasi konsentrasi zeolit dengan tiga kali ulangan. Komposisi media adalah limbah kapas 75%, bekatul 15% dan dolomit 10%. Variasi konsentrasi zeolit adalah 0%, 12,5%, 25%, 37,5% dan 50% dengan variasi pengomposan selama 0 hari, 2 hari, 4 hari, 6 hari dan 8 hari. Analisis data dilakukan dengan anova meliputi berat basah jamur, berat kering jamur dan jumlah tubuh buah jamur dilanjutkan dengan Duncan test untuk melihat pengaruh perlakuan konsentrasi zeolit dan lama pengomposan. Dilakukan analisa rasio C/N pada media yang akan digunakan dan juga perhitungan kadar protein pada tubuh buah yang telah dikeringkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi zeolit optimal yang digunakan sebagai media pertumbuhan dan produksi jamur merang adalah 75% campuran limbah kapas, bekatul dan dolomit dengan 25% zeolit dilihat dari jumlah tubuh buah, berat basah, berat kering dan nilai BER-nya, masing-masing yaitu 11,67, 85,670 gram, 8,201 gram dan 30,706 %. Pada perlakuan ini zeolit dapat memberikan nilai protein yang lebih tinggi dengan lama waktu pengomposan 8 hari kandungan proteinnya sebesar 23,18%.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QK Botany
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 13 Nov 2020 03:04
Last Modified: 13 Nov 2020 03:04
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3481

Actions (login required)

View Item View Item