PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI PADI PADA KOTORAN SAPI DAN KOTORAN KAMBING TERHADAP JUMLAH DAN BIOMASSA CACING TANAH (Lumbricus rubellus)

31081152, HARTATI (2014) PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI PADI PADA KOTORAN SAPI DAN KOTORAN KAMBING TERHADAP JUMLAH DAN BIOMASSA CACING TANAH (Lumbricus rubellus). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31081152_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31081152_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Cacing tanah (Lumbricus rubellus) merupakan komoditi ekspor yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha bagi petani dan peternak. Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai dekomposer untuk mendegradasi jerami padi. Sampai saat ini, jerami padi diabaikan begitu saja. Ekawati (2003) mengatakan, tingginya kandungan sellulosa dan lignin menyebabkan jerami padi sulit didekomposisi oleh mikroba. Oleh sebab itu, perlu dekomposer untuk mendegradasi jerami, dan jerami dapat dijadikan sebagai pakan tambahan didalam budidaya peternakan. Untuk itu, dilakukan penelitian mengenai pengaruh dan perbandingan persentase yang optimal dari penambahan jerami padi dalam campuran media terhadap pertumbuhan cacing tanah (Lumbricus rubellus). Desain penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) / Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan 8 perlakuan yaitu KK, KKJ1, KKJ2, KKJ3, KS, KSJ1, KSJ2, KSJ3. Pada setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh diolah menggunakan Analisis Varian (Anova), dan untuk uji lanjutan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah biomassa cacing, jumlah cacing, jumlah kokon, dan jumlah juvenil atau anakan cacing tanah dilakukan pada hari ke 30 dan 40. Untuk parameter fisik dan kimia dilakukan pengukuran setiap 3 hari sekali yaitu suhu, kelembaban, perubahan tekstur media, perubahan warna media, perubahan bau media, berat kascing dan pH. Hasil penelitian menunjukkan penambahan jerami padi pada kotoran kambing berpengaruh positif terhadap penambahan biomassa, jumlah cacing jumlah kokon dan jumlah juvenil cacing tanah (Lumbricus rubellus). Persentase perbandingan yang optimum dari penambahan jerami padi ialah perlakuan KKJ1 (66,67% kotoran kambing: 33,33% jerami padi ) untuk berat sebanyak ( 315 gram) dan jumlah cacing tanah sebanyak (513 ekor); KKJ3 (33,33% kotoran kambing: 66,67% jerami padi) untuk jumlah produksi kokon sebanyak (718 butir) dan jumlah anakan cacing tanah (juvenil) sebanyak (667 ekor).

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Lumbricus rubellus, jerami padi, kotoran ternak
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 11 Nov 2020 03:10
Last Modified: 11 Nov 2020 03:10
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3281

Actions (login required)

View Item View Item