BIMBINGAN SPIRITUAL SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENGEMBANGAN SPIRITUALITAS BAGI PARA PENDETA GREJA KRISTEN JAWI WETAN

50110287, ARI MUSTYORINI (2014) BIMBINGAN SPIRITUAL SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENGEMBANGAN SPIRITUALITAS BAGI PARA PENDETA GREJA KRISTEN JAWI WETAN. Masters thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
50110287_Bab1_Bab5_Daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
50110287_Bab2-sd-Bab4_Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pendeta GKJW memahami spiritualitas sebagai daya atau semangat yang mendorong pelayanan. Daya pendorong ini disadari datangnya dari kesadaran akan Allah dalam kehidupan mereka dalam interaksinya bersama dengan orang lain dan alam semesta. Spiritualitas ini sangat mempengaruhi kehidupan pelayanan para pendeta GKJW. Namun pada kenyataannya para pendeta GKJW menghadapi berbagai macam faktor yang bisa membuat spiritualitas tersebut mengalami kekeringan. Ada lima faktor yang mempengaruhi kekeringan spiritualitas para pendeta GKJW, antara lain adalah berbagai tuntutan dari warga jemaat, usia pelayanan, wilayah pelayanan, permasalahan yang dihadapi di dalam keluarga dan permasalahan yang dihadapi di jemaat. Kelima hal tersebut telah mejadi tekanan tersendiri dalam hidup para pendeta hingga merasa sangat lelah di tengah pelayanan. Ada berbagai macam upaya yang telah dilakukan oleh para pendeta secara pribadi untuk mengatasi kekeringan spiritualnya antara lain dengan menjalankan berbagai disiplin rohani seperti: saat teduh, membaca Kitab Suci, berdoa dan berpuasa. Majelis Agung melalui Balewiyata juga berupaya mengembangkan spiritualitas para pendeta GKJW melalui berbagai kegiatan seperti convent pendeta GKJW, pertemuan pendeta dan keluarga sesuai dengan jenjang usia pelayanan, dan sabathtical year. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Agung GKJW ini dirasakan masih kurang cukup untuk mengembangkan spiritualitas para pendeta GKJW. Hal ini disebabkan karena setiap kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Agung dilakukan secara komunal dan tidak berkesinambungan sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan pengembangan spiritual para pendeta secara pribadi. Sampai dengan masa penelitian yang dilakukan oleh penyusun, para pendeta GKJW yang menjadi narasumber masih mengalami kekeringan spiritual. Dalam mengembangkan spiritualitas para pendeta GKJW juga harus diperhatikan kekayaan budaya lokal yang menjadi konteks hidup para pendeta GKJW. Penyusun mengusulkan bimbingan spiritual dalam persahabatan antar pendeta GKJW sebagai salah satu model pengembangan spiritual para pendeta GKJW. Melalui bimbingan spiritualitas dengan persahabatan antar pendeta GKJW maka nilai-nilai patunggilan kang nyawiji yang menjadi cara bergereja di GKJW dapat terus dilestarikan. Melalui bimbingan spiritual, para pendeta juga memiliki sahabat untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan pelayanan di GKJW. Melalui bimbingan spiritual tersebut maka para pendeta GKJW akan memiliki seorang sahabat tetap dalam menafsirkan pengalaman akan Allah dalam kehidupan pribadinya dan kehidupan pelayanannya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Spiritual, kekeringan spiritual, bimbingan, pembimbing, yang dibimbing, doa, refleksi, Alkitab, ngelmu
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Divisions: Fakultas Teologi > Magister Ilmu Teologi
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 15 Dec 2020 02:09
Last Modified: 15 Dec 2020 02:09
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/3227

Actions (login required)

View Item View Item