PENGARUH MEROKOK TERHADAP NILAI FEV1 DAN FEV1/FVC PASIEN PPOK PRIA DI RS BETHESDA YOGYAKARTA

41110049, YESSI MEKARSARI (2015) PENGARUH MEROKOK TERHADAP NILAI FEV1 DAN FEV1/FVC PASIEN PPOK PRIA DI RS BETHESDA YOGYAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41110049_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (719kB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41110049_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (630kB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah keadaan adanya sumbatan pada saluran pernapasan yang bersifat kronik dan irreversibel. Prevalensi kejadian PPOK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit kronik di dunia. Pada tahun 2020 diperkirakan PPOK akan menempati urutan ke-3 penyebab kematian di dunia dan pada tahun 2030 diperkirakan PPOK menempati urutan ke-5 penyebab hilangnya kemampuan mencapai usia hidup di dunia. Faktor risiko utama dari PPOK ialah merokok. Pada tahun 2010, Indonesia menduduki urutan ke-3 jumlah perokok terbesar di dunia. Penyakit paru obstruktif kronik ditandai dengan menurunnya nilai faal paru yang dapat diukur menggunakan spirometri. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap nilai FEV1 dan nilai FEV1/FVC pada pasien PPOK pria di RS Bethesda Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel pada pasien PPOK pria di RS Bethesda Yogyakarta dari bulan Januari sampai April 2015. Penelitian ini mengugunakan consecutive sampling. Analisis data yang diperoleh menggunakan uji chi square, dengan nilai p < 0,05. Hasil : Penelitian ini melibatkan 33 pasien PPOK. Pasien yang memiliki riwayat merokok berjumlah 22 pasien, dan yang tidak merokok berjumlah 11 pasien. Nilai FEV1 yang kurang dari normal pada 19 pasien (86.36%) dengan riwayat merokok dan 5 pasien (45.45%) dengan riwayat tidak merokok. Nilai FEV1/FVC yang kurang dari normal pada 3 pasien (13.63%) yang merokok. Merokok memiliki pengaruh yang bermakna secara statistik terhadap nilai FEV1 (p = 0,013,RP 7.6), tetapi tidak terdapat pengaruh yang bermakna terhadap nilai FEV1/FVC pada pasien PPOK. Kesimpulan : Merokok mempunyai pengaruh yang bermakna secara statistik menurunkan nilai FEV1 yang lebih besar pada pasien PPOK pria dan merokok mempunyai pengaruh menurunkan nilai FEV1/FVC yang lebih besar pada pasien PPOK pria, namun perbedaan ini tidak bermakna secara statistik.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: merokok, FEV1, FEV1/FVC, PPOK
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Ms Claresta Erlinda
Date Deposited: 27 Jul 2020 03:24
Last Modified: 27 Jul 2020 03:24
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/2925

Actions (login required)

View Item View Item