HUBUNGAN PAJANAN ASAP ROKOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI FAKTOR RESIKO ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

41110040, DITA APRILIA (2015) HUBUNGAN PAJANAN ASAP ROKOK PADA ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI FAKTOR RESIKO ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD). Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41110040_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (700kB)
[img] Text (Skripsi Kedokteran)
41110040_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (794kB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mengalami gangguan yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mempertahankan perhatian/atensi, tingkat aktivitas yang naik-turun, dan perilaku impulsif. Hal ini menyebabkan anak akan mengalami beberapa kesulitan dalam kegiatan sehari-hari dan seringkali dianggap anak nakal oleh masyarakat sekitar termasuk guru di sekolah. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pajanan toksin pada bayi dan anak merupakan faktor resiko kejadian ADHD pada anak. Banyak peneliti menganggap bahwa terdapat hubungan antara pajanan rokok pada anak maupun bayi dengan kejadian ADHD. Tujuan : Untuk menentukan apakah pajanan asap rokok pada anak merupakan faktor resiko kejadian ADHD. Metode dan Subyek : Penelitian ini merupakan penelitian case-control study. Subyek penelitian adalah siswa dari 2 sekolah dasar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (n=366). Diambil 32 siswa yang didiagnosis ADHD menggunakan ACTRS, ACPRS, dan DSM-IV sebagai subyek yang diteliti dan 32 siswa sebagai kontrol. Hasil : Dalam analisis bivariat pajanan asap rokok berhubungan dengan kejadian ADHD pada anak (OR = 2.82 ; 95%CI = 1.01-7.86; p value = 0.044). Namun analisis multivariat dengan variabel bebas lain (riwayat hiperemis gravidarum pada ibu, anak kurang gizi, dan riwayat BBLR) tidak menunjukkan hubungan bermakna (p value = 0.206). Terkait pajanan asap rokok ADHD pada anak berhubungan dengan jumlah perokok dalam rumah (p value = 0.021) dan usia anak mulai terpajan asap rokok (p value = 0.025). Kesimpulan : Pajanan asap rokok pada anak bukan merupakan faktor risiko independen kejadian ADHD, karena dipengaruhi oleh riwayat hiperemesis gravidarum pada ibu, anak kurang gizi, dan riwayat BBLR. Resiko kejadian ADHD pada anak meningkat dengan makin banyak jumlah perokok aktif dalam rumah dan semakin muda usia saat anak mulai terpajan asap rokok.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: ADHD, asap rokok, ACTRS, ACPRS, DSM-IV
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: ms maria sema
Date Deposited: 27 Jul 2020 03:36
Last Modified: 27 Jul 2020 03:36
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/2804

Actions (login required)

View Item View Item