IMPLEMENTASI KONSEP PENTAHELIX TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA GEOSITE PIAYNEMO (GEOPARK RAJA AMPAT) PAPUA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI ANALISIS SWOT

31150092, Yubelina Hendrika Zetha Imbenay (2020) IMPLEMENTASI KONSEP PENTAHELIX TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI EKOWISATA GEOSITE PIAYNEMO (GEOPARK RAJA AMPAT) PAPUA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI ANALISIS SWOT. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31150092_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31150092_bab2-sd-bab4-lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia yang terdiri dari Negara kepulauan memang kaya akan sumber daya dan budaya sehingga berpotensi untuk dikembangkan dalam sektor Pariwisata. Salah satu sumber daya tersebut adalah Geopark atau taman bumi, dimana Indonesia memiliki 7 geopark yang dapat dikembangkan secara Eco-geotourism (ekowisata). Pengembangan ini adalah upaya untuk mengembangkan sumber daya geologi berkelanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Geopark Raja Ampat, Papua Barat menjadi salah satu tujuan wisata dengan banyak potensi dalam aspek keanekaragaman hayati baik itu geologi, budaya dan sosial. Pengelolaannya memerlukan perencanaan yang dapat menjamin keberlangsungan fungsi dan manfaat Geopark itu sendiri, dimana fungsinya antara lain dapat di manfaatkan secara ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya yang dapat urai dalam konsep Pentahelix. Dalam konsep ini terdapat 5 aspek untuk di kembangkan yakni: Akademisi, Pemerintah, Komunitas, Bisnis, dan Media. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan ekowisata Geopark Raja Ampat dan menetukan faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan ekowisata Geopark Raja Ampat yang mengacu pada konsep Pentahelix. Analisis data menggunakan metode SWOT (Nur’aini, 2016) dengan cara menganalisis faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yaitu Matrikss EFAS dan IFAS. maka hasil yang diperoleh untuk Matrikss EFAS dan IFAS secara berturut-turut adalah 26,2 (Y) dan 35,7 (X) angka ini menunjukan bahwa pengembangan sektor eco-geotourism pada Geosite Piaynemo Raja Ampat berada pada Kuadran I merupakan situasi yang menguntungkan. Langkah pengembangan yang harus diterapkan di 5 aspek pada konsep Pentahelix yaitu mendukung kebijakan pengolahan yang sudah ada karena program-program kerja dan pengembangan yang sudah ada sudah sangat baik dan perlu untuk meningkatkan peluang dari potensi-potensi yang ada dengan seagresif mungkin (Umar 2005).

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Ekowisata, Geopark, SWOT, Pentahelix
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: Ms Alfina Febri-resign
Date Deposited: 16 May 2020 08:04
Last Modified: 08 Jun 2021 02:36
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/2444

Actions (login required)

View Item View Item