BATIK PARANG RUSAK DAN PERDAMAIAN : MENGGALI MAKNA FILOSOFIS MOTIF BATIK PARANG RUSAK UNTUK MEMPERKAYA SIMBOL PERDAMAIAN YANG KONTEKSTUAL DALAM KEKRISTENAN

01082204, BERNIKE ELKANA PUSPITA ALFIUS (2016) BATIK PARANG RUSAK DAN PERDAMAIAN : MENGGALI MAKNA FILOSOFIS MOTIF BATIK PARANG RUSAK UNTUK MEMPERKAYA SIMBOL PERDAMAIAN YANG KONTEKSTUAL DALAM KEKRISTENAN. Bachelor thesis, Univeristas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Teologi)
01082204_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (656kB)
[img] Text (Skripsi Teologi)
01082204_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (976kB) | Request a copy

Abstract

Kain batik sebagai salah satu produk kebudayaan Jawa tidak sekedar bernilai estetis. Nilai filosofis yang tersirat didalamnya pun dapat menjadi jembatan dalam Kekristenan untuk beraktualisasi secara kontekstual didalam kebudayaan Jawa. Lebih lanjut, batik motif Parang Rusak adalah salah satu motif / corak yang termasuk dalam batik tradisional. Motif yang tercipta dengan semangat filosofis tentang perdamaian hidup. Berdamai dengan dinamika diri sendiri dan perdamaian dengan sesama merupakan makna terdalam yang dimunculkan oleh batik Parang Rusak. Seseorang yang memakai batik Parang Rusak diingatkan dan diharapkan mendalami semangat filosofis dari batik Parang Rusak tersebut. Orang tersebut mampu untuk berdamai dengan dinamika hidupnya sendiri, dan di sisi lain juga mampu untuk berdamai dengan orang lain. Jika melihat di dalam ajaran Alkitab dan tradisi Kekristenan, juga menjadikan perdamaian sebagai tema utama untuk dapat dilakukan oleh umat. Menarik ketika makna perdamaian yang ada pada Alkitab juga terkandung di dalam konsep filosofis batik Parang Rusak tersebut. Perdamaian pada Alkitab selalu menunjuk pada perdamaian dengan diri sendiri dan perdamaian dengan sesama. Senada dengan konsep makna yang di tawarkan di dalam batik Parang Rusak. Bahkan pada ranah aplikatifnya, batik Parang Rusak dapat memberikan pemahaman makna perdamaian yang mendalam ketika motif batik ini juga dapat digunakan sebagai pakaian liturgi. Karena lagi-lagi memang seperti yang kita ketahui bahwa batik sendiri berangkat dari konteks kita, bukan dari konteks Alkitab yang notabene sangat berjarak dengan kehidupan kita.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Perdamaian, Batik, Motif Parang Rusak, Shalom, Eirene, Merpati, Wahyu Nugroho, Kontekstualisasi.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi
Depositing User: ms anggel dolonseda - keluar
Date Deposited: 01 Jun 2020 01:26
Last Modified: 01 Jun 2020 01:26
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1899

Actions (login required)

View Item View Item