PERANCANGAN FASILITAS EDUKASI DI KAMPUNG MANGROVE DI KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH

61140095, Elloisa Juliana Venencia Simatupang (2019) PERANCANGAN FASILITAS EDUKASI DI KAMPUNG MANGROVE DI KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61140095_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (24MB)
[img] Text (Skripsi Arsitektur)
61140095_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kawasan hutan mangrove terluas di dunia. Sayangnya luas hutan mangrove mengalami penurunan tiap tahunnya, mayoritas disebabkan oleh konversi area menjadi tambak. Wilayah yang mengalami penurunan terbesar adalah Pulau Jawa dan Bali, salah satunya di kawasan Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Diketahui pada tahun 1974 luas lahan mangrove sebesar 15.551 Ha, namun pada tahun 2003 hanya tersisa lahan seluas 8.359 Ha saja. Hal ini didukung dengan terjadinya penimbunan lumpur yang menjadi daratan baru sehingga meminimalisir area perairan. Kedua faktor tersebut berperan besar dalam penurunan jumlah biota laut disana dan berdampak pada peralihan profesi masyarakat yang sejak dahulu kala sebagai nelayan terpaksa berubah menjadi petani. Namun dikarenakan kondisi geografis yang terletak diantara perairan payau membuat usaha petani sawah tidak efektif. hal ini memicu munculnya upaya mencari mata pencaharian baru yaitu bertani mangrove dan mengolahnya menjadi produk seperti makanan ringan, batik dan budidaya bibit. Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomis, upaya ini juga bertujuan untuk memenuhi kondisi hutan mangrove yang semakin menurun dan berdampak pada kondisi lingkungan yang tidak seimbang. Upaya masyarakat didukung pemerintah daerah yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Cilacap Tahun 2012-2017 tentang strategi tumbuhnya objek pariwisata baru berupa ekoagrowisata berbasis konservasi lingkungan, agrobisnis dan budaya kelautan. Upaya ini juga didukung oleh para peneliti dan aktivis lingkungan hidup yang sering melakukan kunjungan, penelitian dan penanaman di Kecamatan Kampung Laut meskipun minim fasilitas. Melihat hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menetapkan kawasan tersebut sebagai Pusat Konservasi Mangrove dan Studi Plasma Nutfah Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masyarakat, pemerintah dan LSM sudah berupaya berperan aktif untuk mengelolah kawasan ini sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi, lingkungan dan sosial. Didukung dengan potensi yang ada, kawasan ini dapat diolah menjadi kawasan ekowisata berbasis masyarakat. Perancangan Pusat Fasilitas Wisata Edukasi Kampung Mangrove di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah merupakan salah satu ide pendekatan/solusi yang mencoba menangkap fenomena, dampak dan potensi yang ada di kawasan mangrove kampung laut. Perancangan Fasilitas Edukasi ini akan berperan sebagai fasilitas yang menampung kegiatan ekonomi, edukasi dan rekreasi di kawasan mangrove Kampung Laut. Perancangan Fasilitas Edukasi ini akan berperan sebagai fasilitas yang menampung kegiatan ekonomi, edukasi dan rekreasi di kawasan hutan mangrove dengan harapan tidak menjadi pusat kegiatan melainkan percontohan yang dapat diaplikasikan dan tersebar di desa/area lainnya di Kec. Kampung Laut. Selain itu, perancangan fasilitas ini mempertimbangkan kondisi geografis lingkungan sekitar sehingga mampu meminimalisir kerusakan dan perubahan habitat/lingkungan aslinya sebagai salah satu bentuk dukungan kegiatan konservasi.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Hutan mangrove, Konservasi, Ekonomi Masyarakat, Wisata Edukasi, Kondisi Geografis
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Arsitektur dan Desain > Prodi Arsitektur
Depositing User: Mr Brayen Samuel Paendong
Date Deposited: 10 Sep 2020 02:02
Last Modified: 14 Jun 2021 01:50
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1808

Actions (login required)

View Item View Item