AKUMULASI TIMBAL (Pb) PADA AYAM KAMPUNG YANG DIPELIHARA DI SEKITAR AREA TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA DI KELURAHAN CATURTUNGGAL, YOGYAKARTA

31120019, DANIEL CHRISTIAN SINJAYA (2016) AKUMULASI TIMBAL (Pb) PADA AYAM KAMPUNG YANG DIPELIHARA DI SEKITAR AREA TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA DI KELURAHAN CATURTUNGGAL, YOGYAKARTA. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31120019_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (4MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31120019_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Semakin banyak aktivitas dalam perkotaan Yogyakarta yang dilakukan setiap individu manusia, terkadang dapat mencemari lingkungan dengan logam berat khususnya timbal (Pb) melalui kendaraan bermotor atau pun sampah logam yang berserakan dimana-mana. Dikarenakan lahan yang sempit, maka TPS ilegal pun digunakan sebagai lahan pembiakan ayam kampung oleh warga sekitar. Melihat kebudayaan Indonesia yang masih sangat menyukai ayam kampung serta menganggap bahwa ayam kampung memiliki nilai kualitas gizi yang tinggi dibandingkan dengan ayam potong, para orang tua (khususnya ibu) memberi makanan daging ayam kampung atau bagian organ lain dari ayam kampung seperti cakar atau jeroan ayam lainnya. Pada penelitian ini, dibahas mengenai kadar logam berat Pb yang ada pada keempat organ ayam kampung (daging, hati, kulit, serta tulang digiti cakar) dimana organ tersebut merupakan organ yang umum dikonsumsi oleh masyarakat sekitar perkotaan. Penelitian dilakukan dengan mengambil @4 ayam pada 2 jenis stasiun (stasiun TPS serta stasiun non-TPS sebagai pembanding). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya logam berat Pb pada setiap stasiun. Konsentrasi Pb rerata pada daging, hati, kulit dan tulang digiti cakar yaitu 0,87; 1,33; 0,43; dan 6,59 μg.g-1. Jika dibandingkan antara 2 jenis stasiun, stasiun TPS memiliki konsentrasi Pb yang lebih tinggi. Selain itu, diketahui dari hasil kuisioner (n=30) bahwa mayoritas warga sekitar mengkonsumsi ayam 1x/minggu, serta bagian organ yang sering dikonsumsi yaitu organ daging. Dengan mengetahui pola konsumsi masyarakat serta batas baku mutu logam berat Pb menurut WHO (2000), maka perlu diperhatikan bagi 4% populasi dari masyarakat yang mengkonsumsi ayam (dengan jenis organ konsumsi DHKC sebanyak 4 kali atau lebih perminggunya).

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Timbal (Pb), ayam kampung, TPS, pola konsumsi, Yogyakarta
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Q Science > QL Zoology
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: ms anggel dolonseda - keluar
Date Deposited: 10 Jul 2020 07:08
Last Modified: 10 Jul 2020 07:08
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1764

Actions (login required)

View Item View Item