PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SISTEM SUBSURFACE FLOW WETLAND UNTUK MEREDUKSI KOLIFORM

31120017, INTAN OCTAVIA (2016) PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SISTEM SUBSURFACE FLOW WETLAND UNTUK MEREDUKSI KOLIFORM. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Biologi)
31120017_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (3MB)
[img] Text (Skripsi Biologi)
31120017_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Jumlah limbah domestik semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Bila limbah ini tidak dikelola dengan baik maka limbah ini dapat mencemari air tanah ataupun badan air. Di sisi lain jumlah lahan yang semakin sempit memunculkan berbagai penelitian untuk mengefektifkan penggunaan lahan. Pengolahan limbah dengan memanfaatkan lahan terbuka hijau dapat dilakukan dengan sistem subsurface flow wetland karena dengan menggunakan sistem ini pengolahan limbah akan terlihat seperti taman. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental menggunakan sistem pengolahan limbah subsurface flow wetland dengan tiga perlakuan berbeda yaitu, tanpa menggunakan tanaman (kontrol/K1), menggunakan tanaman Spathiphyllum cochlearispathum (K2) dan Iris pseudacorus (K3). Penambahan tanaman hias bermaksud untuk meningkatkan kualitas air limbah sekaligus menambahkan nilai estetika. Penelitian ini bertujuan tidak hanya mengurangi kandungan bahan organik dan anorganik ataupun polutan lain yang ada dalam limbah, namun juga untuk mereduksi bakteri patogen yang terkandung di dalam air limbah domestik. Total koliform dipilih sebagai indikator penurunan bakteri patogen karena jumlah koloninya berkorelasi positif dengan jumlah koloni bakteri patogen. Parameter yang diukur meliputi parameter fisik (suhu dan pertambahan berat dan panjang akar tanaman), parameter kimia (pH, BOD5, Nitrat) dan parameter biologi (total koliform). Pertambahan berat tanaman pada K2 dan K3 adalah 25,65% dan 66,33% sedangkan penambahan panjang akar pada K2 dan K3 adalah 50% dan 75%. Analisi data menggunakan ANOVA menunjukan bahwa penurunan BOD5 sebesar 77,87% pada K1, 83,81% pada K2 dan 85,19% pada K3. Penurunan total koliform sebesar 93.99% pada K1, 62,03% pada K2 dan 96,32% pada K3. Parameter BOD5 dan total koliform menunjukan penurunan signifikan.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Limbah domestik, subsurface flow wetland, Spathiphyllum cochlearispathum, Iris pseudacorus, koliform
Subjects: Q Science > QK Botany
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Bioteknologi > Prodi Biologi
Depositing User: ms anggel dolonseda - keluar
Date Deposited: 10 Jul 2020 07:10
Last Modified: 10 Jul 2020 07:10
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1763

Actions (login required)

View Item View Item