TANAH PEMBUANGAN MENJADI TANAH BERKAT TUHAN BERTEOLOGI KERJA DARI PERSPEKTIF PEMULUNG DI PASSO-AMA ORY (SEBUAH UPAYA MEMAKNAI TEKS YEREMIA 29:1-14 DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAFSIR READER RESPONSE CRITICISM)

50150001, Irenska Ritanofa Kudubun (2018) TANAH PEMBUANGAN MENJADI TANAH BERKAT TUHAN BERTEOLOGI KERJA DARI PERSPEKTIF PEMULUNG DI PASSO-AMA ORY (SEBUAH UPAYA MEMAKNAI TEKS YEREMIA 29:1-14 DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAFSIR READER RESPONSE CRITICISM). Masters thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
50150001_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (568kB)
[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
50150001_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (791kB) | Request a copy

Abstract

Secara historis, tanah pembuangan adalah tanah pengasingan bagi masyarakat yang diangkut dari Yerusalem ke Babel. Hal ini terjadi akibat adanya pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Yehuda atas Babilonia. Keberadaan teks Yeremia 29:1-14 menampilkan narasi teks yang berbentuk surat yang ditujukan kepada bangsa Yehuda yang berada di tanah pembuangan Babilonia. Kehadiran metode tafsir Reader Response Criticism dalam dunia hermeneutika maka dunia historisitas teks tidak lagi berpengaruh untuk menghasilkan makna. Sebab dunia pembaca teks adalah sumber makna yang sesungguhnya. Sehingga bukan lagi teks Yeremia 29 yang “berbicara” kepada pembaca tetapi pembacalah yang berbicara mengenai teks dari lensa hidup yang berbeda. Salah satu toko yang sangat berpengaruh dalam dunia Reader Response Criticism adalah Stanley Fish. Interpretive Community adalah Teori Fish yang menghadirkan gagasan tentang pembaca sebagai komunitas interpretasi dalam perannya untuk membaca teks. Suatu upaya membaca dengan cara “menulis” teks, bukan membaca teks secara konvensional. Dengan menekankan pada komunitas sebagai pembaca interpretif dalam menghasilkan makna maka interpretasi yang dilakukan harus terlahir dari perspektif komunitas pembaca bukan individu sebagai pembaca. Menjadi menarik ketika menghadirkan Persekutuan Pemulung Jemaat GPM Benteng Karang sebagai interpretive community untuk membaca teks yang berkontekskan kehidupan Yehuda di tanah pembuangan Babilonia. Sebagai masyarakat yang termarginalkan secara struktur sosial, mereka berhasil menghadirkan wajah baru tentang tanah pembuangan. Tanah yang tadinya hanya dianggap sebagai tanah pengasingan justru dilihat sebagai tanah berkat. Ada gambaran tentang masa depan yang lebih baik, suatu kehidupan di mana masyarakat pemulung mengusahakan diri mereka sendiri untuk bisa keluar dari kondisi yang marginal. Agar dapat keluar dari kondisi sedemikian maka dibutuhkan aksi nyata yaitu dengan cara bekerja keras di tempat pembuangan sampah, IPST Ama Ory.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tanah Pembuangan, Tanah Berkat, Stanley Fish, Interpretive Community, Menulis Teks, Pemulung, Marginal, Kerja.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BS The Bible
Divisions: Fakultas Teologi > Magister Ilmu Teologi
Depositing User: ms Melania Putri
Date Deposited: 07 Jul 2020 02:04
Last Modified: 30 Jun 2021 04:29
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1637

Actions (login required)

View Item View Item