PERISTIWA DI DOTAN: SUATU PERBANDINGAN TAFSIR RENÉ GIRARD PADA KISAH YUSUF DAN TAFSIRAN KEJADIAN 37 MELALUI TEORI RENÉ GIRARD

01140046, Samuel Barcley August Barus (2019) PERISTIWA DI DOTAN: SUATU PERBANDINGAN TAFSIR RENÉ GIRARD PADA KISAH YUSUF DAN TAFSIRAN KEJADIAN 37 MELALUI TEORI RENÉ GIRARD. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Teologi)
01140046_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (805kB)
[img] Text (Skripsi Teologi)
01140046_bab2-sd-bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (982kB) | Request a copy

Abstract

Keprihatinan terhadap kemanusiaan adalah bagian dari teologi kontekstual yang berfokus pada kehidupan manusia. Hal ini telah dikaji oleh René Girard dan memberikan sebuah dampak yang besar terhadap keprihatinan manusia. Girard telah melihat peradaban manusia dibangun atas peristiwa korbani dan kekerasan yang mengakibatkan manusia kecanduan terhadapnya. Kecanduan tersebut berlanjut tidak lain disebabkan oleh ketidaksadaran manusia dalam melakukan kekerasan dan ketidaksadaran orang yang menerima kekerasan. Kekerasan dapat menindas dan memusnahkan orang yang terkena olehnya maupun yang berada di sekitarnya sehingga manusia akan tampak seperti boneka yang dikendalikan oleh “roh” tertentu untuk mengulang kembali peristiwa korbani dan kekerasan tersebut. Teori Girard telah membuka banyak pintu untuk menelusuri akar dari kekerasan tersebut. Selain menyentuh bidang etnologi, Girard juga telah menggetarkan “dunia” teologi untuk memberikan perhatian khusus terhadap keprihatinan tersebut. Selain telah merambat ke “dunia” teologi, ternyata di Indonesia keprihatinan tersebut muncul dalam pembahasan teologi sebagai isu-isu aktual yang sedang dihadapi oleh manusia. Beberapa ahli di Indonesia telah menggunakan lensa Girard sebagai respons terhadap isu-isu yang berkaitan dengan maraknya kekerasan terjadi baik secara individu maupun komunal. Para ahli seperti J.B. Banawiratma, Daniel K. Listijabudi, Emanuel Gerrit Singgih dan Sindhunata yang berasal dari Indonesia telah membahas Girard dan memberikan respons terhadap keprihatinan akan kekerasan yang sedang marak terjadi. Pembahasan mereka terhadap Girard semakin memperlihatkan bahwa ide Girard masih relevan dan bahkan berkembang dalam dunia akademis sebagaimana berkembangnya kehidupan manusia itu sendiri. Sebagai orang Kristen kekerasan adalah hal yang sangat bertentangan dengan kasih tetapi kenyataannya teks Alkitabpun banyak mengandung kekerasan. Jika tidak membuka mata terhadap hal tersebut, kesadaran akan “roh” kekerasan itu tidak akan pernah terjadi dan seperti sebelumnya kekerasan akan menerkam manusia seperti tumor yang terus berkembang untuk menghabisi tubuh manusia. Oleh sebab itu penulis hendak berkontribusi untuk memberikan sebuah respon terhadap keprihatinan ini dengan menggunakan kembali lensa Girard dalam menafsir teks Alkitab yang bermuatan kekerasan. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh para teolog di Indonesia tersebut, menafsir teks yang bermuatan kekerasan bukan berarti sebuah upaya untuk membangun paradigma bahwa kekristenan mendukung kekerasan melainkan untuk membuktikan dan menemukan makna bagaimana pengalaman akan penulis Alkitab tersebut dapat memberikan kesadaran iman dan intelektual dalam membongkar kekerasan. Girard telah bersusah payah meneliti dan mengkaji teks Alkitab yang menelanjangi kekerasan. Dengan begitu proses penelanjangan kekerasan tersebut adalah momen penting bagi penulis untuk melihat kembali serta mendalami akar dari kekerasan agar tidak terlanjur berkembang menjadi sebuah dampak yang merugikan. Maka dari itu penulis bukan lagi memakai Girard sebagai sebuah teori yang informatif melainkan sebagai sebuah lensa atau perspektif yang melibatkan pengalaman langsung baik dalam membaca teks Alkitab serta pengalaman kehidupan manusia masa kini. Adapun teks yang dipilih adalah Kejadian 37 yang menurut penulis mengandung hasrat serta berbagai pola kekerasan atau korban. Girard sendiri telah melakukan penafsiran terhadap narasi yang berpusat pada Yusuf. Namun, penulis ingin memperlihatkan suatu penafsiran yang lebih komprehensif dan lebih lengkap. Agar semakin baik, penulis tidak hanya mengangkat kekerasan dan korban dari sudut pandang Girard melainkan memperkaya teori besar itu dengan sudut pandang beberapa ahli tersebut.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: René Girard, Manusia, Kekerasan, Korban, Hasrat, Kambing Hitam, Pengalaman Religius, Kemarahan, Mimesis, Persaingan, mitos, Alkitab, tafsir, Kejadian 37, Yusuf.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
Divisions: Fakultas Teologi > Teologi
Depositing User: ms maria sema - keluar
Date Deposited: 26 Nov 2019 06:18
Last Modified: 11 Jun 2021 04:05
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/158

Actions (login required)

View Item View Item