REKONSTRUKSI BATASAN SOSIAL KEAGAMAAN JEMAAT FILIPI KAJIAN TERHADAP FILIPI 3.1-4.1 BERDASARKAN TEORI KONTRUKSI SOSIAL BERGER DAN LUCKMAN

52150001, SETYOWATI (2018) REKONSTRUKSI BATASAN SOSIAL KEAGAMAAN JEMAAT FILIPI KAJIAN TERHADAP FILIPI 3.1-4.1 BERDASARKAN TEORI KONTRUKSI SOSIAL BERGER DAN LUCKMAN. Masters thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
52150001_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (492kB)
[img] Text (Tesis Ilmu Teologi)
52150001_bab2-sd-bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (629kB) | Request a copy

Abstract

Identitas keagamaan sebagai ciri yang dimiliki setiap agama akan menjadi masalah jika identitas tersebut dijadikan pembeda dengan agama yang lainnya. Bahkan lebih parah jika pembedaan tersebut dijadikan klaim, bahwa identitas keagamaannya lebih baik dari yang lain dan kemudian memaksakan orang lain untuk mengikuti apa yang diyakininya. Dalam retorikanya, Paulus memberi penekanan pada persoalan ini, menjadikan identitas agama sebagai klaim kebenaran. Dampaknya adalah menimbulkan keresahan bahkan kecenderungan perpecahan dalam sebuah komunitas. Semua hal ini berkaitan erat dengan proses konstruksi sosial dalam kehidupan keagamaan orang-orang percaya di Filipi. Berangkat dari konteks di atas, rumusan masalah dalam penelitian tesis ini adalah: (1) Bagaimana proses konstruksi sosial yang berlangsung dalam komunitas orang-orang percaya di Filipi? (2) Dampak atau konsekuensi apa saja yang menjadi hasil konstruk sosial yang berkaitan dengan batasan-batasan keagamaan? Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-retorik untuk mengetahui situasi sosial dalam konteks Filipi. Isu utama yang muncul dari teks Filipi 3:1b - 4:1 berkaitan erat dengan identitas keagamaan yang menjadi pembeda bagi yang lain. Selain itu, ada juga teori konstruksi sosial atas realita dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk membantu menganalisis terkait konsep konstruksi sosial. Teori ini mengasumsikan bahwa realitas itu ada karena konstruksi sosial yang terus-menerus oleh individu dan dimaknai secara bersama-sama dalam sebuah komunitas. Paulus dalam retorikanya membingkai masalah identitas keagamaan yang terlihat dari penggunaan bahasanya yang mengagumkan. Ia dapat mempengaruhi para pendengar untuk mengambil keputusan dan sikap yang sesuai dengan harapan si pembaca. Hasil penelitian ini adalah Paulus melakukan konstruksi sosial dalam komunitas orang percaya di Filipi dan membentuk kebenaran baru yang dihidupi dalam masyarakat pada masa itu. Itulah yang menjadi identitas baru mereka, yaitu sebagai orang-orang percaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: identitas Keagamaan, Orang Kristen Yahudi, Orang Kristen non-Yahudi, Eksternalisasi, Objektivikasi, Konstruksi Sosial, Internalisasi.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BT Doctrinal Theology
Divisions: Fakultas Teologi > Magister Ilmu Teologi
Depositing User: ms Dominggas Yembise
Date Deposited: 07 Jul 2020 00:55
Last Modified: 07 Jul 2020 00:55
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1366

Actions (login required)

View Item View Item