POLA PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DENGAN ISPA BAGIAN ATAS DENGAN METODE DDD DI INSTALASI RAWAT INAP DI RS BETHESDA YOGYAKARTA PADA TAHUN 2018

41150022, JULIA ELFREDA CHANDRA (2019) POLA PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DENGAN ISPA BAGIAN ATAS DENGAN METODE DDD DI INSTALASI RAWAT INAP DI RS BETHESDA YOGYAKARTA PADA TAHUN 2018. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150022_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

Download (969kB)
[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150022_bab2-sd-bab4_lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu jenis infeksi yang sering terjadi di negara berkembang dan lebih sering menyerang anak-anak. ISPA terbagi menjadi ISPA bagian atas dan bawah, dimana ISPA bagian atas merupakan hal yang penting karena kejadian infeksi yang berulang dapat menyebabkan penyebaran ke saluran nafas bawah. Kasus infeksi yang disebabkan oleh bakteri paling banyak diobati menggunakan antibiotik, namun terdapat banyak kasus yang diobati secara tidak tepat sehingga dapat memicu berkembangnya resistensi. Resistensi tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat diperlambat melalui penggunaan antibiotik yang bijak sehingga peresepan antibiotik yang kurang bijak dapat meningkatkan kejadian resistensi. Tujuan : Mengetahui pola penggunaan dan nilai kuantitas penggunaan pada pasien anak dengan ISPA bagian atas. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik retrospektif dengan desain cross-sectional dengan menggunakan data rekam medis dari rumah sakit dimana jumlah penggunaan antibiotik akan dihitung menggunakan perumusan ATC/DDD dari WHO dengan perhitungan DDD/100 hari rawat inap.Hasil : Total pasien kasus yang diteliti adalah 21 kasus mencakup 14 pasien laki-laki (67%) dan 7 pasien perempuan (33%) dengan 5 cakupan usia, yaitu < 1 tahun(th) (10%), 1≤ x<3th (38%), 3 ≤ x < 6 th (33%), 6≤x<12th (19%), dan 12th≤x<18th (0%). Berat badan pasien terbagi dalam 5 cakupan, yaitu <10kg (14%), 11–20kg (67%), 21–30 kg (10%), 31–40kg (5%), dan 41–50kg (5%). Terdapat 15 kasus Faringitis (71%), 3 kasus ISPA tidak spesifik (14%), 1 kasus Otitis Media Akut (5%), 1 kasus Rhinitis (5%), dan 1 kasus Tonsilofaringitis (5%). Dirawat inap selama 2 hari (14%), 3 hari (43%), 4 hari (38%), dan 5 hari (5%). Obat yang digunakan adalah Cefixime (65%), Cefotaxime (30%), dan Azythromycin (5%). Total DDD untuk Cefixime, Cefotaxime, dan Azithromycin secara berturut-turut yaitu sebesar 11,200 ; 4,188 ; dan 2. Sedangkan total DDD/100 bed-days untuk Cefixime, Cefotaxime, dan Azithromycin secara berturut-turut yaitu sebesar 21,36 ; 5,98 ; dan 2,86. Kesimpulan : Pasien penderita ISPA atas adalah berjenis kelamin laki-laki. Kasus terbanyak adalah Faringitis. Golongan antibiotika yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin generasi III. Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefixime. Nilai DDD tertinggi adalah Cefixime dengan nilai DDD sebesar 11,200 dan nilai DDD/100 bed-days sebesar 21,36.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: DDD, ISPA atas, antibiotik
Subjects: R Medicine > RF Otorhinolaryngology
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Ms Alfina Febri-resign
Date Deposited: 26 Feb 2020 07:01
Last Modified: 26 Feb 2020 07:01
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1069

Actions (login required)

View Item View Item