PERAN KEGIATAN BINA KELUARGA LANSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KABUPATEN SLEMAN

41150021, NI NENGAH AYU PETRA STEFFIASIH (2019) PERAN KEGIATAN BINA KELUARGA LANSIA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI KABUPATEN SLEMAN. Bachelor thesis, Universitas Kristen Duta Wacana.

[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150021_bab1_bab6_daftarpustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Skripsi Pendidikan Dokter)
41150021_bab2-sd-bab5-lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang : Daerah Istimewa Yogyakarta menempati peringkat teratas jumlah persebaran lansia persentase sebesar 13,4%. BKKBN memiliki program BKL yang menyasar lansia dan keluarga lansia ataupun keluarga yang memiliki lansia. Tujuan dari program BKL adalah untuk mewujudkan lansia tangguh yang sehat, mandiri, produktif dan aktif yang menjadi tanda dari baiknya kualitas hidup lansia. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sleman mengingat angka jumlah penduduk tertinggi terdapat di Kabupaten Sleman dan jumlah kelompok BKL sebanyak 181 kelompok yang tersebar di Kabupaten Sleman.Tujuan: Untuk mengukur peran aktivitas kegiatan Bina Keluarga Lansia dan partisipasi anggota kelompok Bina Keluarga Lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Kabupaten Sleman. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan deskriptif analitik. Sampel berasal dari data sekunder berupa kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF dan pengukuran fungsi kognitif pada lansia dengan Clock Drawing Test dimana sampel berasal dari empat kelompok BKL di Kabupaten Sleman yang terbagi atas sampel dengan peran sebagai keluarga lansia dan sebagai lansia. Data dianalisa menggunakan uji Kruskal-Wallis dan signifikan bila nilai p < 0,05 dan effect size untuk menyingkirkan variabel perancu. Hasil: Jumlah total responden sebanyak 112 responden dengan 44 responden lansia (39,3%) dan 68 responden keluarga (60,7%). Didapatkan hasil frekuensi keaktifan kegiatan posyandu berperan dalam QoL sosial (p=0,042), frekuensi keaktifan kegiatan BKL berperan dalam QoL fisik (p=0,047), kegiatan penyuluhan lansia tangguh berperan dalam QoL sosial (p=0,011), kegiatan penyuluhan topik umum berperan dalam QoL sosial (p=0,004), kegiatan perawatan jangka panjang berperan dalam QoL psikologis (p=0,029), kegiatan ekonomi produktif berperan dalam QoL fisik (p=0,006), kegiatan kesenian berperan dalam QoL psikologis (p=0,032) dan QoL sosial (p<0,001), kegiatan olahraga berperan dalam QoL lingkungan (p=0,023). Kegiatan ekonomi produktif dan keagamaan memiliki hubungan yang kuat dengan QoL fisik pada lansia.Kesimpulan: Lama keanggotaan BKL, keaktifan kegiatan posyandu, keaktifan kegiatan BKL, penyuluhan lansia tangguh, penyuluhan topik umum, kegiatan perawatan jangka panjang, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan kesenian dan olahraga berperan dalam peningkatan kualitas hidup lansia, sedangkan kegiatan antar institusi dan keagamaan tidak berperan dalam peningkatan kualitas hidup lansia. Kegiatan kesenian berperan dalam memperlambat penurunan fungsi kognitif lansia.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Kualitas hidup, kegiatan BKL, fungsi koginitif, lansia.
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Kedokteran > Prodi Kedokteran
Depositing User: Ms Alfina Febri-resign
Date Deposited: 26 Feb 2020 06:59
Last Modified: 26 Feb 2020 06:59
URI: http://katalog.ukdw.ac.id/id/eprint/1068

Actions (login required)

View Item View Item