TY - THES M1 - skripsi N2 - Pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin bertambah di Indonesia tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Banyak anak ? anak hingga lansia yang ditelantarkan akibat ketidakmampuan ekonomi. Anak ? anak sebagai aset penerus bangsa sepantasnya mendapatkan kehidupan yang layak. Bawen sebagai salah satu kota padat di Kabupaten Semarang, memiliki penanganan kekerasan terhadap anak yang sangat rendah, yaitu 0,2 %. Kehadiran lembaga sosial di masyarakat memberikan tempat untuk perlindungan sekaligus pelayanan bagi masyarakat yang mengalami permasalahan sosial dan ekonomi. Sebagai Yayasan Sosial yang sudah berdiri sejak tahun 1989, Yayasan Sosial Pondok Diakonia Harapan Bawen menangani banyak masyarakat yang bermasalah, mulai dari anak ? anak terlantar hingga lansia disabilitas. Akan tetapi, kelayakan dalam memberikan pelayanan terutama untuk penderita disabilitas masih sangat kurang dalam hal arsitektur. Yaitu dengan mendesain ulang Yayasan Sosial dengan konsep Sensory Inclusive Design, yang mengimplementasikan elemen ? elemen arsitektur sensori pada desain baru untuk memberikan pengalaman meruang yang baru sekaligus untuk memenuhi kebutuhan penghuni khususnya yang mengalami disabilitas panca indera, sehingga harapan untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan untuk seluruh penghuni dapat terwujud. KW - Yayasan Sosial; Desain ulang; Sensory Inclusive Design Y1 - 2024/07/27/ UR - https://katalog.ukdw.ac.id/9503/ AV - restricted ID - katalog9503 PB - Universitas Kristen Duta Wacana TI - REDESAIN YAYASAN SOSIAL PONDOK DIAKONIA HARAPAN BAWEN DENGAN KONSEP SENSORY INCLUSIVE DESIGN A1 - Otniel Theon Ivan ER -