%K Panti, Rehabilitasi Sosial, Anak Jalanan, Arsitektur Perilaku %T PERANCANGAN PANTI REHABILITAS SOSIAL ANAK JALANAN DI KABUPATEN NABIRE %X Panti rehabilitasi memiliki dua makna yaitu panti yang merupakan rumah atau tempat kediaman dan rehablitasi yang merupakan proses pemulihan atas individu agar kembali normal yang mendapat tempat di masyarakat. Panti Rehabilitasi disini dimaksudkan untuk memberikan tempat tinggal bagi anak - anak dan remaja, memberikan edukasi dan pelatihan kepada mereka serta memulihkan mereka dari penyimpangan - penyimpangan perilaku yang mereka perbuat agar dapat di terima kembali oleh masyarakat. Anak Jalanan yang menjadi target pengguna dalam perancangan ini ialah anak - anak dan remaja yang tidak mempunyai rumah tinggal, hidup dan tinggal di jalanan, terlantar, gelandangan, putus sekolah, memiliki ketergantungan terhadap napza serta anak - anak dan remaja yang mengalami masalah dengan hukum di Kabupaten Nabire. Anak - anak dan remaja tersebut sebenarnya mempunyai keinginan dalam diri mereka untuk dapat hidup normal, bisa bersekolah kembali dan mempunyai masa depan yang cerah. Hal - hal tersebut yang kemudian menjadi landasan utama dalam Perancangan Panti Rehabilitasi Sosial ini yang desainnya didasari dengan pendekatan Arsitektur Perilaku. Arsitektur Perilaku sendiri dapat diartikan sebagai pendekatan arsitektur yang penerapannya mampu merespon perilaku, perasaan, kondisi dan kebutuhan pengguna yang tinggal di dalamnya. Dalam hal ini pendekatan Arsitektur Perilaku dijadikan sebagai landasan utama dalam perancangan Panti Rehabilitasi Sosial ini yang mana menjadikan peran desain arsitektur dan penggunanya yaitu anak jalanan saling berhubungan. %A Indra Marlianto Ambadatu 61150087 %L katalog6417 %D 2021 %I Universitas Kristen Duta Wacana